Selasa, 30 Juni 2009

KERUSAKAN JALAN ASPAL AKIBAT DAMTRUK YANG MENGANGKUT BOUKSIT TERUS DIJEJALI SETIAP HARI













Jalur Lintas menujuh kantor Walikota Tanjungpinang Senggarang , ternyata banyak debu yang berterbangan akibat penambangan bouksit . seperti yang kita lihat digambar ini . (FNS/ JB)

TAMBANG BOUKSIT DI WILAYAH KOTA TANJUNGPINANG DIDUGA BANYAK PEJABAT YANG TERLIBAT.


Tanjungpinang SNP . Sungguh hebat dan luar biasa para Pejabat yang berada dikota Tanjungpinang, walaupun mereka sudah mengetahui kalau RTRW nya kota Tanjungpinang tidak termasuk wilayah Pertambangan , namun Penambangan Bouksit diwilayah kota Tanjungpinang, semakin semarak. Diduga Pejabat sudah menerima upeti dari pengusaha bouksit tersebut sehingga mereka semua menutup mata . Terkait dengan semakin maraknya penambangan bouksit di wilayah kota Tanjungpinang wartawan koran ini. mendatangi Ibu Maria Pangesti sebagai anggota Dewan, untuk mengetahui kejelasannya? " SNP menanyakan kepada Ibu Maria tentang keberadaan penambangan bouksit yang masih melakukan kegiatan didalam Kota " dengan sedikit menyinggung tentang uu. no 26 tahun 2007 dan PP no 26 tahun 2008. " Ibu Maria mengatakan kalau melanggar uu tersebut sudah salah besar, sebaiknya sampaian langsung bertemu dengan Ibu Walikota saja, saran Ibu Maria ke Wartawan koran ini . Beliau tidak banyak komentar, tapi yang lebih bagus lagi , menurut Ibu Maria coba konfirmasikan dengan Komisi 3 disana ada Pak Leo . ujarnya kepada wartawan koran ini . (FNS/ JB)

Senin, 29 Juni 2009

TAPAL BATAS HUTAN LINDUNG TIDAK JELAS.

Tanjungpinang SNP . Proyek penanaman tapal batas di enam wilayah propinsi kepri tidak jelas , hal ini dibuktikan dengan keterangan yang diberikan dari Pak Zul sebagai sekretaris dinas pertanian dan kehutanan Kabupaten Bintan 29/ 06 - 2009 Kepada wartawan koran ini . keterangan dan hasil survey yang dicatat SNP dilapangan ber beda dengan apa yang diinformasikan, oleh Pak Anang sebagai PPTK Menurut keterangan Pak Zul , Tapal batas Hutan Lindung di ambil dari dana APBD tahun 2009 . sebesar RP 200 Juta ( dua ratus juta rupiah ) dan jumlah tapal batas 200 ( dua ratus tapal batas) , dengan hitungan detik pak Zul kembali informasikan kepada SNP kalau yang disebut tadi adalah salah " Maaf pak jumlahnya bukan 200 ratus tapal batas pak " Tapi 300 ratus " katanya". Lain lagi keterangan yang dikatakan dari Pak Anang sebagai PPTK nya . begitu dikonfirmasikan SNP di ruang kerjanya Pak Anang mengatakan " Maaf pak kalau dana Tapal batas hanya sebesar RP 60. 000.000. ( Enam puluh juta kebawa) . Pada saat bersamaan SNP minta kepada Pak Anang untuk menunjukan alat bukti nya, ternyata tak bisa ditunjukkan , dengan alasan arsipnya tidak disimpan . Hal ini banyak kejanggalan .

Sabtu, 27 Juni 2009

LEMAHNYA PENGAWASAN SATPOL PP KOTA TANJUNGPINANG



Tanjung pinang SNP

Hasil investigasi SNP masih banyak lokasi di Kota Tanjungpinang yang sama sekali tidak diperhatikan oleh pihak – pihak terkait .

,Berdasarkan Perda no.8 tahun 2005, Ketertiban , kebersihan , dan keindahan. pasal 4.berbunyi dilarang keras bagi pedagang kaki lima , untuk berdagang atau berjualan diwilayah jalur hijau , dipersimpangan, dan tempat bukan diperuntukkan ,tapi kenyataan lain, trotoar yang berada km 5 bawa kota Tanjungpinang bukan untuk kepentingan masyarakat umum , melainkan untuk kepentingan bisnis buat pengusaha dealer mobil untuk meraih keuntungan pribadi . Diduga karena lemahnya pengawasan dari Satpol PP . Sehingga banyak pedagang kakilima yang masih berjualan dijalan pertokoan , dan trotoar

Sedangkan yang tercantum dibawa Perda tersebut menyatakan “ Pelanggaran Perda ini diancam Pidana kurungan 3 bulan atau didenda RP . 50. 000.000 ( Limapuluh juta rupiah)” ( FNS / JB)

PROYEK JEMBATAN FISABILILAH 1 DIDUGA TIDAK SESUAI BESTEK.



Tanjung Pinang SNP ,

Proyek Jembatan Fisabililah 1 jalan baru km 8 atas arah Dompak diduga tidak sesuai dengan bestek .

Masyarakat Dompak pada umumnya mengharapkan agar jembatan Fisabililah 1 bisa digunakan dengan baik.. Namun harapan masyarakat pupus sudah karena jembatan tersebut belum digunakan sudah miring

Hal tersebut diketahui setelah SNP survey kelokasi pada tanggal 02/03/ 2009 . Proyek Jembatan tersebut menggunakan dana APBD Tahun 2007, dengan nilai kontraknya berapa ? tidak ada yang tahu , serta dari Kontraktor mana tidak jelas , hanya kabarnya dari seorang pekerja yang namanya Aryono mengatakan dengar- dengar kalau tidak salah , Kontrktornya pak Indra .

Begitu ditelusuri lebih jauh lagi oleh SNP “ Kata Aryono “ saya disini baru 4 hari , saya ditunjuk oleh Pak ayong Kasiman untuk bongkar pondasinya pak . Tadinya saya di Ekang , tapi karena disuruh cepat – cepat kesini oleh Ayong Kasiman dari BKP ( Bintan Konstruksi Perkasa ) Kantornyapun saya tidak tahu pak ,ujarnya kepada SNP .

Kami hanya sebagai pekerja pak , tapi kalau bapak menanyakan seperti itu banyak yang tidak tahu , jelasnya besok pagi baru ada orang dari PU Propinsi datang kelokasi . Siapa namanya ? Katanya Pak Rasyed orang nya kurus- kurus pak . Kata Aryono kalau kita lihat keadaanya pak yang lalai adalah PPTK nya , Pelaksana lapangan kurang teliti dengan Besteknya sehingga Jembatan ini belum digunakan , pondasi nya sudah miring “ Katanya “ Sejam kemudian ada sebuah mobil kijang datang menuju Jembatan , Sambil ketus Suara Aryono mungkin itu pak orang PU Propinsi .

“ SNP menanyakan pak biasanya proyek jembatan seperti ini ada jaminan?” berapa tahun ? Ada? Kata pak Handoko , ada jaminan masa pemeliharaan , pokoknya inikan , istilahnya inikan kaya jembatan ini kan permanen , jadi kalau misalnya orangnya yang kerjanya ngga ini ? Ya harus nyelasaikan , misalnya ada masalah ya disuruh menyelesaikan . Begitu SNP menanyakan pembangunan awalnya , dan nama Kontraktornya Pak Handoko mengatakan tidak tahu pak .” Saya hanya ditugaskan untuk melihat ini , dan ini penanggung jawabnya si Kontraktor untuk memperbaiki lagi katanya . “ Lalu dananya dari APBD lagi ya ? tanya SNP Pak Handoko dengan buru- buru menuju ke mobilnya hanya dijawab “ ini tanggung jawab Si Kontraktor” Tapi yang anehnya nama Kontraktornya pak Handoko katanya tidak tahu .

Jembatan yang akan menghubungkan antara Kota Tanjungpinang dengan Pulau Dompak kelihatan belum dipakai , tapi pondasi jembatan tersebut sudah miring. ( FNS/ JB).

Kamis, 25 Juni 2009


Gambar tapal batas lama besi campurannya lebih besar, dan penanamannya lebih dalam. sedangkan tapal batas yang baru asal- asal saja penanamannya, belum apa - apa sudah banyak rubuh dan hilang .

SUNGAI PULAI DI AMBANG KEKERINGAN .



Sungai Pulai adalah satu- satunya Waduk yang mengalirkan air keseluruh kepelosok Kota Tanjungpinang. Tapi sayang Sungai Pulai tersebut saat ini, sudah mulai kering . Lalu apa tindakan Pemerintah Tanjungpinang.